Gejala dari Penyakit Keratosis Pilaris

Gejala dari Penyakit Keratosis Pilaris

Sumber: hellosehat.com

Tahukah kamu dengan penyakit keratosis pilaris? Apa itu keratosis pilaris? Penyakit
ini ternyata lebih dikenal dengan penyakit kulit ayam. Menurut alodokter.com ini adalah
kondisi di mana permukaan kulit menjadi kasar dan munculnya bentol-bentol kecil mirip
jerawat. Penyakit ini tidak memberikan rasa nyeri atau gatal, warnanya dapat berupa putih
atau merah. Keratosis pilaris ini biasanya muncul pada kulit lengan, pipi, bokong dan paha.
Namun keratosis pilaris juga dapat muncul di kulit kepala, wajah dan alis. Jika yang
menderita penyakit ini adalah remaja atau anak-anak, maka mereka dapat sembuh dengan
sendirinya seiring bertambah dewasanya penderita.
Lalu apa saja gejala keratosis pilaris ini? Penyakit ini diderita siapa pun tanpa
melihat usia atau jenis kelamin, meski begitu kebanyakan dari pengidapnya adalah anak-
anak. Gejala keratosis pilaris yang umum antara lain seperti kulit di sekitar benjolan terasa
kering, gatal dan kasar dan adanya bentol-bentol kecil berwarna merah atau putih yang
biasanya ada di lengan atas, bokong, pipi atau kaki. Kondisi kulit dari area yang terkena
penyakit ini sering kali memburuk ketika cuaca dingin, kondisi kulit sedang kering dan
kelembapan rendah. Terkadang, benjolan yang muncul dapat beragam warna seperti pink
keunguan yang terjadi pada kulit putih dan hitam kecokelatan yang terjadi pada kulit gelap.
Menurut hellosehat.com penyakit ini membuat permukaan kulit terasa seperti amplas.
Bentol yang disebabkan oleh penyakit ini biasanya tidak sakit, namun terkadang terasa gatal.
Penyakit ini juga tidak berbahaya atau menular dari satu orang ke orang lain. Namun, kondisi
ini tidak dapat dicegah kemunculannya. Terdapat berbagai perawatan kulit yang dapa
mengatasi masalah ini.

Gejala dari Penyakit Keratosis Pilaris
Setelah membahas tentang gejala keratosis pilaris, kamu juga harus tahu tentang hal
apa saja yang menyebabkan penyakit ini muncul. Penyebab utama dari penyakit kulit ayam
ini adalah penumpukan keratin. Keratin merupakan protein keras yang bertugas untuk
melindungi kulit dari zat berbahaya dan infeksi. Penumpukan yang terjadi akan membentuk
penggumpalan hingga dapat menghambat pembukaan folikel rambut. Kondisi ini akan
membuat permukaan kulit tidak rata karena adanya benjolan kecil yang kering dan kasar.

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko keratosis pilaris? Terdapat beberapa
faktor risiko yang dapat membuat seseorang terkena penyakit kulit ayam seperti memiliki
penyakit asma, memiliki keluarga dengan keratosis pilaris, memiliki kulit yang kering,
obesitas, memiliki penyakit dermatitis atopik, mengalami ichthyosis vulgaris atau kondisi
yang menyebabkan kulit menjadi sangat kering.
Pengobatan apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi keratotis pilaris ini? untuk
mengendalikan keratosis pilaris, dokter akan menyarankan produk perawatan kulit seperti
pelembab. Ini merupakan salah satu produk yang dapat meradakan gatal dan kekeringan pada
kulit. Krim pelembab yang diserap khusus untuk mengobati keratosis pilaris biasanya
mengandung asam laktat dan urea. Kamu dapat menggunakan pelembat setelah mandi ketika
kulit masih setengah kering dan jangan lupa untuk mengoleskan minimal dua sampai tiga kali
dalam sehari. Selain pelembab, produk yang dapat menjadi obat untuk penyakit ini adalah
krim untuk mencegah sumbatan pada folikel. Krim ini digunakan untuk mencegah folikel
tersumbat dan krim ini terbuat dari vitamin A. Vitamin A pada kulit akan membantu dalam
proses pergantian sel kulit dan mencegah tersumbatnya folikel rambut. Namun, kamu dapat
mengalami iritasi dan kulit kering ketika menggunakan krim ini. Krim ini juga tidak
disarankan bagi ibu hamil dan menyusui.
Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini seperti gejala keratosis
pilaris hingga pengobatannya.